Asal - Usul Bendera Sang Saka Merah Putih

Hallo, Admin mau ngepost lagi nih, simak cerita lengkapnya ya gogogo, follow blognya dulu dong, hehehe..

http://www.dimazshare.blogspot.com


 Ini admin diberi tahu sama guru sejarah admin loh, sebelum peristiwa 17 agustus 1945 , kan masih ada peristiwa Rengasdengklok, yaitu peristiwa pertentangan tentang proklamasi antara golongan muda dan golongan tua, yang akhirnya terjadi sebuah kesepakatan, dan proklamasi dilakukan tanggal 17 agustus 1945

Setelah itu, Ir Soekarno, Moh Hatta, Ahmad Soebarjo dan golongan muda, menyusun Naskah Proklamasi, setelah selesai, Ir Soekarno langsung pulang ke rumahnya, dan menyuruh Ibu  Fatmawati untuk Membuat sebuah bendera merah putih, dan Ibu Fatmawati pun segera membuatnya, ternyata Ibu Fatmawati mengambil sehelai penutup soto berwarna merah dan juga sehelai selimutnya yang berwarna putih, kemudian dijahitlah bendera tersebut dengan jahitan tangan ( istilah jawanya dondom ) , setelah dijahit, bendera itulah yang dibuat untuk merayakan proklamasi kemerdekaan, mungkin di hati sobat semua, proklamasi itu dilaksanakan dengan hal yang serba baru dan mewah, tapi itu salah.

Memang Proklamasi itu dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi peristiwa tersebut sangatlah hikmat, dan pasti mendarah daging di hati sobat dan seluruh bangsa indonesia


Masa anak indonesia gx tahu peristiwa sekitar proklamasi sih, kalo gx tahu udah jelas, ndeso , sekian dari saya. Salam Dimaz Share

Wih, Di Israel Ada Sekolah Untuk Menjadi Nabi

Halo ketemu lagi dengan Dimaz Share, Israel Semakin gila aja nih, ada-ada aja, masa ada sekolah untuk menjadi nabi

Israel semakin keblinger. Di Negeri Zionis itu ada sekolah yang lulusannya bakal mendapat gelar ‘nabi’.
Sekolah bernama ‘Cain and Abel School for Prophet’ itu menarik biaya 200 shekel (sekira 53 dolar AS) bagi siapa saja yang berniat memiliki gelar nabi. Gilanya, untuk mendapatkan gelar Nabi, para siswanya hanya perlu mengikuti 40 kelas singkat.

Sekolah tersebut memberikan sertifikat kepada siapapun yang dinyatakan lulus. Peraturan di sekolah itu juga tidak ketat.Siswa-siswa di sekolah tersebut boleh masuk kelas hanya mengenakan kaos oblong, memakai gadget selama pelajaran, hingga ada yang menenteng gitar masuk ke dalam kelas. Bahkan ada siswa yang tak segan keluar kelas untuk sekedar merokok.
Di sekolah ini, para siswa belajar tentang arti mimpi, klasifikasi malaikat, dan misteri roh kudus. Mereka belajar bagaimana membedakan perasaan batin seseorang dari perilaku eksternal dan penampilan.
Satu-satunya guru sekolah itu Shmuel Hapartzy percaya, Messias telah datang dan usia penebusan sudah dekat. Artinya, sekolah itu disiapkan untuk menyambut nabi baru.
Anehnya, Hapartzy mengaku tidak menjamin studi di sekolah tersebut bisa membuat murid-muridnya bisa langsung berinteraksi dengan Tuhan.
Hapartzy menjelaskan kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut adalah mengikuti sifat-sifat seorang nabi. Sehingga, jika murid-muridnya sudah bisa menguasai kurikulum yang diajarkan, mereka bisa mendapatkan ijazah bergelar nabi.
“Di masa lalu ada nabi. Tetapi sekarang, di zaman modern, Ketuhanan ada pada semua orang. Kita hanya perlu membuka mata kita untuk itu,” kata Hapartzy, seperti dinukil dari AP.
Sekolah itu berada di sebuah pusat keagamaan di tempat kumuh di selatan Tel Aviv. Pusat keagamaan itu dikenal tempat yang menampung moral jalanan dibanding mempelajari soal agama. Pusat keagamaan itu mendapat sumbangan dari biaya masuk para murid-murid sekolah nabi.

source : www.apakabardunia.com


SMS gratis

Blogger Templates